Forgive and Forget

11 Mar 2013

Hai readers,

Pernah gak merasa semua beban hidup orang lain ada di pundak kita? dan orang lain menuntut kita untuk memperbaiki semuanya, karena itu adalah tugas kita. Harapan-harapan mereka sudah mereka sampaikan kepada kita, jadi menjadi tugas kita bagaimana harapan orang lain tersebut dapat terwujud. Bagaimana kita menjaga perasaan mereka saat proses itu berjalan. Dan bagaimana agar semuanya terwujud  dengan tidak ada satu orang pun yang merasa kecewa.

Gue sendiri pernah memberikan harapan kepada orang lain, berharap orang lain itu mewujudkannya untuk gue, dan ngerasa kecewa karena ternyata harapan gue, bias...ga ada yang bisa dia wujudkan. Gue kecewa, gue murka, gue hancur.

Sampai saat ini saat keadaan berbalik. Banyak orang yang berharap kepada gue, dan karena gue ga mau ada yang kecewa, maka gue berusaha memenuhi harapan-harapan mereka. Dan sekarang, karena gue bukan ibu peri di cerita bidadari, ada banyak harapan yang tidak dapat gue penuhi. Ada perasaan-perasaan yang terluka. Ada juga yang murka, mungkin juga hancur karena ketidakberdayaan gue sebagai manusia.

Dan akhirnya gue menarik kesimpulan dari pengalaman seperti ini untuk jangan menggantungkan harapan kita yang tinggi itu kepada orang lain, karena pasti tidak akan sesuai dengan keinginan kita. Gantungkan harapan kita tersebut hanya pada diri kita, hanya pada kemampuan kita, karena biarpun kecewa, yang kecewa hanya diri kita. Tidak ada beban orang lain menggantung dan menambah beban berat yang sudah ada.

Bagi yang pernah terluka, gue mohon dapat di maafkan. Bagi yang pernah melukai, insya Allah gue ikhlas memaafkan. All we must to do is just forgive and forget, do us? Move on...life must goes on...

Love,

Neti Nurhayati


0 Komentar:

Posting Komentar

 

Copyright x 2011 Mixx Blogger Template - Blogger Templates by BloggerReflex

Sponsored by: Trucks | SUV | Cheap Concert Tickets